Monday, March 2, 2009

Joko Sriyanto, kisah sukses dari lereng Merapi

"Selama Gunung Merapi masih terlihat dari Yogyakarta, saya masih bisa menjalankan bisnis ini" ujar Joko Sriyanto mantap. Lho apa hubungannya dengan Merapi ? Ternyata bapak berusia 40 tahun lulusan sekolah teknik tahun 1988 menggeluti bidang usaha batako, coneblock,bis beton hingga genteng yang bahan bakunya diambil dari pasir Gunung Merapi. Ya memang jika Merapi sudah rata dengan tanah memang tidak mungkin roda bisnisnya terus berjalan. Joko terbilang sukses, memiliki tampat usaha 6000 m2 yang dilengkapi dengan show room peralatan dan bahan bangunan. Omzetnya .......... ? Rp.350 juta per bulan cek..cek..cek sebuah bisnis yang menggiurkan. Omzet tersebut tidak serta merta didapatnya bagaikan membuat candi Prambanan yang dalam sekejap langsung jadi.

Namun usaha ini digelutinya selama 3 tahun dengan kapasitas 15 unit per hari dan modalnya ? .... RP.350 ribu, uang tersebut berasal dari hadiah perkawinan. Setahun berjalan usahanya berkembang dengan ubin lantai. Dan tahun ketiga Joko telah mampu membeli sepeda motor walaupun kemudian dijual kembali untuk mengembangkan usahanya. Prian yang mempunyai tunggangan Mercedez Benz New Eyes dengan plat AB1170KO ini terus terpacu meninkatkan usahanya melalui perusahaan yang diberi nama Marga Jaya. Setelah beberapa tahun sebagai "kontraktor" tanah karena lahan usahanya masih kontrak ybs. mampu membeli lahan selua 6000 m2. Bapak 3 putri ini sekarang mempunyai 120 tenaga kerja baik karyawan harian maupun mingguan dengan dibantu 14 kendaraan operasional. Penampilan Joko tetap sederhana ketika berkomunikasi dengan para pegawainya yang tersebar di 3 lokasi. Saat ini Marga Jaya telah bekerja sama dengan kontraktor swasta dari daerah Jogjakarta maupun daerah Sleman.

Tag: UKM;wirausaha;peluang usaha;memulai usaha dari nol;usaha tanpa modal
Sumber : Disarikan dari Harian Bisnis Indonesia 03-03-2009

Tuesday, February 10, 2009

Bisnis Para Pensiunan


Pensiun= (bukan) berati "Kiamat". Itulah pandangan umum para pensiunan. Dengan berhenti dari pekerjaan seolah-olah dunia ini kiamat. Penghasilan yang minim menghantui para pensiunan ini. Celakanya syndrom ini bisa berdampak bagi penurunan kesehatan. Simak berapa contoh pensiunan yang saat ini berhasil menggeluti dunia bisnis.


1. Heru Sutarman, mantan supervisor sebuah bank asing. Saat ini memiliki usaha yang tidak jauh dari soal per burungan, penangkar burung jenis cocak rawa di daerah depok. Awalnya hanya sekedar hobi, namun tergiur dengan harga per ekor yang mendapai jutaan rupiah, ybs, memberanikan diri untuk mulai membisniskan hoby-nya itu. Dan dari situpun pundi-pundi uangnya bisa mecapai puluhat juta/bulan mengalir dikantongnya.




2. Lastini Chandra, pemilik Ladika Flora di daerah tanah baru Depok juga berangkat dari hoby tanaman hias, saat ini lebih cenderung berbisnis tanaman hias jenis puring, harga tanaman puring jenis tertentu yang mencapai jutaan rupiah per pohon, teru menambah pundi-pundi kantongya.

Friday, January 9, 2009

Kiat Cerdik Menyiasati Penghasilan Anda

Aturan main yang harus anda taati :
1. Jangan lebih besar pasak daripada tiang.
Pepatah tersebut diatas sudah seing kita dengar. Memang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan seringkali kita dihadapkan kepada pilihan harus meminjam uang seperti membeli rumah, membeli mobil membeli perabot dlsb. Namun yang harus anda sadari adalah kemampuan keuangan anda untuk membayar-nya kembali dengan cara mengangsur. Idealnya maksimum total angsuran anda adalah 1/3 dari penghasilan anda.

2. Wajib sisihkan sebagian penghasilan untuk keperluan keluarga.
Sesehat atau sekaya apapun anda saat ini, tidak pernah akan tahu apa yang akan terjadi hari esok. Bisa saja anda kehilangan pekerjaan atau bisnis anda, atau tiba-tiba anda atau anggota keluarga anda mendapat musibah yang membutuhkan dana yang cukup besar. Atau bahnkan hanya berupa pilek anda harus mengeluarkan biaya untuk berobat ke dokter. Dengan menyisihkan penghasilan untuk keluarga ini, secara psikologis anda akan merasa lebih aman.

3. Jangan menaruh semua telur dalam 1 keranjang.
Pepatah ini berlaku untuk jenis investasi apapun yang anda lakukan. Lakukan investasi yang menyebar, misalnya property, deposito (dilebih dari 2 bank), reksadana sehingga bila salah satu jatuh maka yang lainnya masih bisa menyelamatkan anda.

4.Seekor burung di tangan lebih baik daripada 2 ekor burung di semak.
Pepatah ini menggambarkan bahwa, barang yang sifatnya ditangan dan mudah dicairkan menjadi tunai adalah lebih baik daripada melakukan investasi pada usaha yang mengandung resiko yang tinggi dalam jumlah yang sama.
Bila anda akan melakukan usaha/bisnis yang beresiko tinggi janganlah anda berinvestasi dalam jumlah yang lebih besar daripada uang/barang yang aman ditangan anda. Sebagai contoh anda akan bermain saham, sisihkan uang yang benar-benar "dingin" (tidak terpakai) dan janganlah menginvesatikan sebagian besar tabungan anda ke bisnis ini, karena bermain saham adalah investasi yang beresiko tinggi.

Semoga bermanfaat.

Tuesday, December 23, 2008

Siapkah Mental Anda Jadi Pengusaha ?

Kenyataan bahwa kenaikan biaya hidup tidak seimbang dengan pemasukan dari Gaji (sebagai karyawan, hendaklan dapat disikapi oleh semua orang bahwa ternyata mengandalkan penghasilan dari gaji saja tidaklah cukup untuk memenuhi peningkatan biaya hidup yang terus melambung. Namun anda juga tidak bisa serta merta meninggalkan pekerjaan anda dan tiba2 tiba menjadi pengusaha, ini namanya "bunuh diri". Untuk memiliki usaha sendiri perlu proses yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, keuletan, kreatifitas dan "impian untuk berhasil". Itulah Modal utama yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha. Jangan terjebak dengan Modal yang berbentuk uang, karena dengan ke 5 modal diatas anda dapat menciptakan Modal yang berbentuk uang. Tanpa ke 5 modal diatas Modal uang berapapun yang anda punya akan ludes tanpa hasil.

Masalahnya sekarang, bagaimanakah mewujudkan jutaan mimpi anda menjadi kenyataan? Apa saja faktor-faktor psikologis yang harus dimiliki oleh pengusaha sehingga impian indah itu dapat terwujud?

Ada beberapa Alternatif yang dapat dipilih dalam menggapai mimpi indah itu.

1. Menjadi wirausahawan mandiri
3 jenis modal utama yang menjadi syarat: (1) sumber daya internal yang berupa kepintaran, ketrampilan, kemampuan menganalisa dan menghitung risiko, keberanian dan memiliki visi jauh ke depan. (2) sumber daya eksternal, social network, uang yang memadai sebagai modal awal (minimal untuk beli pulsa Handphone). (3) faktor X, yaitu kesempatan dan "keberuntungan".
Jangan berharap beruntung bila anda samasekali tidak mau berusaha.

2. Bertemanlah dengan orang yang mempuyai “mimpi” serupa dengan anda.
Carilah teman/kenalan/saudara/tetangga anda yang sekiranya mempunyai "mimpi" yang serupa dengan anda, bila anda ingin jadi pengusaha banyak-banyaklah bergaul dengan para pengusaha, bergaulah dengan pengusaha yang berhasil dan jangan bergaul dengan pengusaha yang gagal karena anda akan dibuat olehnya menjadi takut dengan cerita2 kegagalannya.

3. Bila Modal anda terbatas, jualah mimpi anda kepada pemilik modal
Hal yang paling mudah dilakukan adalah menjual mimpi anda kepada pemilik modal. Tentunya hal ini membutuhkan kepercayaan yang harus anda banguna untuk meyakinkan pemilik Modal.
Mimpi anda bisa berupa kemampuan anda dalam menjual produk yakinkan bahwa anda punya network yang cukup luas sehinggga bisa menjual produk yang dihasilkan. Atau paling sederhana bila anda mempunyai jaringan yang luas anda bisa menjadi mitra/agen untuk mendistribusikan produk dari pemilik modal. Dengan komisi dari hasil penjualan tersebut lama - kelamaan modal akan terkumpul juga.

Sebagai contoh :

Dari beberapa agen saya (distributor batik saga -- lihat :http://www.batiksaga.com) ternyata mereka dapat menjual dengan baik dan dapat mengumpulkan modal hanya dengan membawa barang-barang produk saya tanpa harus mengeluarkan modal untuk kulakan. Yang terpenting anda harus bisa membangun kepercayaan dengan si pemilik produk.

Mentalitas Wirausahawan: Mitos atau Realita?

Selain faktor di atas, ada beberapa faktor lain yang turut menentukan apakah seseorang bisa menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Beberapa di antaranya adalah:

1. Kreatif & Inovatif
Seorang wirausahawan dituntut memiliki daya kreasi dan inovasi yang lebih dari non-wirausahawan. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain harus sudah terpikirkan olehnya dan dia mampu membuat hasil inovasinya itu menjadi “demand”. Contoh : bagaimana usaha Tela-Tela mengubah singkong menjadi makanan yang menciptakan omset milyaraan rupiah

2.Confident, Tegar dan Ulet
Wirausahawan dituntut memiliki rasa percaya diri yang tinggi, tegar dan sangat ulet. Tidak ada dalam kamus mereka itu "putus asa". Masalah harus dihadapi dan bukan dihindari. Kegagalan adalah pelajaran bagi mereka dan akan membuatnya lebih hebat. Semangatnya tidak pernah luntur, selalu berpirikan positif bahwa selalu ada jalan di depan sana.

3.Pekerja Keras
Waktu kerja bagi seorang wirausahawan tidak ditentukan oleh jam kerja. Saat ia sadar dari bangun tidurnya, pikirannya sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah. Kadang dalam tidurnyapun ia tetap berpikir. Membiarkan waktu berlalu tanpa ada yang dipikirkan atau dikerjakan kadang membuatnya merasa “tidak produktif” atau merasa kehilangan kesempatan.

4.Pola Pikir Multi-tasking
Seorang wirausahawan sejati dituntut untuk mampu melihat sesuatu dalam perspektif/dimensi yang berlainan pada satu waktu (multi-dimensional information processing capacity). Bahkan ia juga mampu melakukan “multi-tasking” (melakukan beberapa hal sekaligus). Semakin tinggi kemampuan seorang wirausahawan dalam multi-tasking, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produktif.

5.Mampu Menahan Nafsu untuk Cepat Menjadi Kaya
Jangan bernafsu untuk sepat kaya, karena semua itu perlu proses. Kaya mendadak dapat menjerumuskan anda ke miskin mendadak bila tidak bijak dalam mengelola keuangan anda.
Wirausahawan yang bijak biasanya sangat berhati-hati dalam menggunakan uangnya terutama jika ia dalam tahap awal usahanya. Setiap pengeluaran untuk keperluan pribadi dipikirkannya secara serius sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang ada akan diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja.

Pengusaha harus sadar bahwa keuntungan usaha tidaklah selalu menetap, kadang ia harus merugi dan perusahaan harus tetap dipertahankan. Oleh sebab itu, jika ia memiliki keuntungan 10, hanya sepersekian yang digunakan untuk keperluan pribadinya. Sebagian besar disimpannya untuk digunakan bagi kemajuan usahanya atau untuk tabungan jika ia terpaksa mengalami kerugian.

Wirausahawan yang bijak juga mengerti bahwa membangun sebuah perusahaan yang kokoh dan mapan memerlukan waktu bertahun-tahun bahkan tidak jarang belasan atau puluhan tahun. Seorang wirausahawan yang memulai usahanya dari skala yang kecil hingga menjadi besar akan mampu menahan nafsu konsumtifnya. Baginya, pengeluaran yang tidak menghasilkan akan dianggap sebagai sebuah kemewahan. Jika tabungannya tidak cukup untuk membeli kemewahan itu, dia akan menahan diri sampai tabungannya jauh berlebih. Ia juga menghargai keuntungan yang sedikit demi sedikit dikumpulkannya. Keuntungan itu diinvestasikannya ke dalam usaha lainnya sehingga lama-kelamaan hartanya bertambah banyak. Dalam hal ini memang ada benarnya pepatah yang mengatakan: “hemat pangkal kaya”.

Hindari nafsu konsumtif. Keuntungan jangan dihabiskan untuk berbagai jenis kemewahan dan hal yang tidak produktif sehingga tidak ada lagi tabungan untuk perluasan perusahaan atau untuk bertahan pada masa sulit. Perusahaanpun tidak lama bertahan.

6.Keberanian untuk mengambil risiko
Seorang wirausahawan berani mengambil risiko. Semakin besar risiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan karena jumlah pemain semakin sedikit. Tentunya, risiko-risiko ini sudah harus diperhitungkan terlebih dahulu.

7.Faktor Lainnya
Masih banyak lagi faktor yang belum terungkap dalam artikel ini. Saya berharap para pembaca yang memiliki pengalaman lain mau membagikan pengalamannya agar dapat menjadi inspirasi bagi calon-calon wirausahawan baru. Negara kita memang sedang membutuhkan wirausahawan baru untuk membangun kembali ekonomi yang morat-marit ini.

“Selamat merealisasikan mimpi ANDA”. (jp)

Monday, December 15, 2008

Juragan Kambing dari Banten

Siapa bilang berbisnis harus sesuai dengan latar belakang pendidikan. Dua hal penting dalam berbisnis adalah halal dan menguntungkan. Hal ini dibuktikan oleh Andri Fajria, jebolan Teknik Fisika Intitut Teknologi Bandung bukannya berkarier dibidang sektor industri tetapi malah ngurusin kambing. Aneh dan Lucu ? jangan sepelekan bisnis ini. Siapa sangka ditangan Andri Fajria ngurusin kambing ternyata bisa beromset Rp.5 milyaran rupiah/tahun. Dengan modal awal Rp.15 juta rupia pada tahun 2006 pira kelahiran Jakarta 1972 ini memulai berbisnis kambing. Dengan mendirikan PT.Harmonia Saga Makmur, dia mengembangkan Aqiqah Center. Saat Idul Adha tidak kurang dari 2500 ekor kambing keluar dari kandang perusahaan ini. Awalnya memang pasar yang digarap adalah pesanan musiman seperti idul adha maupun kegiatan aqiqah namun saat ini telah mampu memasok tidak kurang dari 100 ekor kambing per hari ke pasar dengan lahan seluas 7.500 m2 di daerah Balaraja Tangerang dan 4 hektar di daerah Rangkas Bitung, Banten. Untuk memperepat pertumbuhan bisnisnya ia juga mendirikan Kelompok Peternak Saga Makmur. Ia juga merencanakan membuka lahan baru di daerah Cibubur dengan luas lahan sekitar 5 hektar. Kedepannya ia dan teman-temannya juga akan membangun usaha yang mendatangkan nilai tambah seperti kerajinan kulit, tulang, tanduk dan bulu kambing.

Semoga apa yang dilakukan oleh Andri Fajria dapat mengangkat gengsi dan taraf hidup peternak kambing lainnya.


Sumber : disadur dari majalah Swa edisi 03 Desember 2008.

Thursday, December 4, 2008

Memiliki Usaha lebih baik daripada menjadi Karyawan

Tulisan ini saya kutip dari Jim Rohn, ia dikenal sebagai seorang milyader, entrepreneur, businessman, dosen dan pembicara motivasi pengembangan diri.

Pawa waktu saya berumur 25 tahun, guru saya memberikan sebuah wejangan yang merubah hidup saya "keuntungan dari usaha (profits) lebih baik daripada gaji". Gaji akan membuat kamu cukup untuk hidup, keuntungan usaha membuat hidup kamu lebih dari cukup.

" Kamu tahu bahwa memang sulit untuk menjadi kaya hanya mengandalkan dari gaji, namun setiap orang dapat menjadi kaya dari profits. Profits akan merubah seluruh sikap anda , bahkan hanya dengan memulainya secara part-time. Apakah part-time dalam usaha milik anda sendiri, melalui perusahaan network marketing ataupun jasa usaha. Ini akan menjadi sebuah peta bisnis buat anda. Jenis jasa usaha bisa berupa jasa training, consultant atau mengajar atau bisa jadi hobby anda seperti melukis, menulis, jadi pengrajin, bidang komputer atau memasak.

Namun sekali anda memulai usaha walaupun dimulai dari hanya sekedar part time menjadi sebuah bisnis yang anda anda miliki sendiri, anda akan menemukan bagaimana indahnya bangun pagi dan bekerja diperusahaan anda sendiri, bahkan bila anda hanya meluangkan waktu beberapa jam saja dalam seminggu. Alangkah hebatnya anda bisa bekerja di perusahaan sendiri daripada harus pergi bekerja dikantor orang lain dengan gaji bulanan. Ubah seluruh sikap anda !!!! ; ubah semangat dan jiwa anda !!!!. Inilah suara anda !!! Inilah wajah anda!!!! . Ini semua ada dalam gerak langkah anda! Dan andapun bisa bilang , "Saya sekarang bekerja untuk diri sendiri ... full-time maupun part-time untuk hidup yang lebih baik karena saya telah menemukan jalan untuk mendapatkan profits.

" Wow! Let the adventure begin…

Semoga bermanfaat ...

Multa