Monday, March 2, 2009
Joko Sriyanto, kisah sukses dari lereng Merapi
Namun usaha ini digelutinya selama 3 tahun dengan kapasitas 15 unit per hari dan modalnya ? .... RP.350 ribu, uang tersebut berasal dari hadiah perkawinan. Setahun berjalan usahanya berkembang dengan ubin lantai. Dan tahun ketiga Joko telah mampu membeli sepeda motor walaupun kemudian dijual kembali untuk mengembangkan usahanya. Prian yang mempunyai tunggangan Mercedez Benz New Eyes dengan plat AB1170KO ini terus terpacu meninkatkan usahanya melalui perusahaan yang diberi nama Marga Jaya. Setelah beberapa tahun sebagai "kontraktor" tanah karena lahan usahanya masih kontrak ybs. mampu membeli lahan selua 6000 m2. Bapak 3 putri ini sekarang mempunyai 120 tenaga kerja baik karyawan harian maupun mingguan dengan dibantu 14 kendaraan operasional. Penampilan Joko tetap sederhana ketika berkomunikasi dengan para pegawainya yang tersebar di 3 lokasi. Saat ini Marga Jaya telah bekerja sama dengan kontraktor swasta dari daerah Jogjakarta maupun daerah Sleman.
Tag: UKM;wirausaha;peluang usaha;memulai usaha dari nol;usaha tanpa modal
Sumber : Disarikan dari Harian Bisnis Indonesia 03-03-2009
Monday, December 15, 2008
Juragan Kambing dari Banten
Siapa bilang berbisnis harus sesuai dengan latar belakang pendidikan. Dua hal penting dalam berbisnis adalah halal dan menguntungkan. Hal ini dibuktikan oleh Andri Fajria, jebolan Teknik Fisika Intitut Teknologi Bandung bukannya berkarier dibidang sektor industri tetapi malah ngurusin kambing. Aneh dan Lucu ? jangan sepelekan bisnis ini. Siapa sangka ditangan Andri Fajria ngurusin kambing ternyata bisa beromset Rp.5 milyaran rupiah/tahun. Dengan modal awal Rp.15 juta rupia pada tahun 2006 pira kelahiran Jakarta 1972 ini memulai berbisnis kambing. Dengan mendirikan PT.Harmonia Saga Makmur, dia mengembangkan Aqiqah Center. Saat Idul Adha tidak kurang dari 2500 ekor kambing keluar dari kandang perusahaan ini. Awalnya memang pasar yang digarap adalah pesanan musiman seperti idul adha maupun kegiatan aqiqah namun saat ini telah mampu memasok tidak kurang dari 100 ekor kambing per hari ke pasar dengan lahan seluas 7.500 m2 di daerah Balaraja Tangerang dan 4 hektar di daerah Rangkas Bitung, Banten. Untuk memperepat pertumbuhan bisnisnya ia juga mendirikan Kelompok Peternak Saga Makmur. Ia juga merencanakan membuka lahan baru di daerah Cibubur dengan luas lahan sekitar 5 hektar. Kedepannya ia dan teman-temannya juga akan membangun usaha yang mendatangkan nilai tambah seperti kerajinan kulit, tulang, tanduk dan bulu kambing.
Sumber : disadur dari majalah Swa edisi 03 Desember 2008.